Selasa, 26 Februari 2013

SEJARAH BERDIRINYA PERGURUAN PENCAK SILAT & ILMU TENAGA DALAM GIRISUCI WARIS MATARAM


Guru Besar Perguruan Girisuci Waris Mataram Yogyakarta Bpk. Abu Wiyono

Perguruan Pencak Silat Girisuci Waris Mataram didirikan oleh Bapak Abu Wiyono sebagai Guru Besar dan Bapak R. Sujanto Partowidjojo sebagai Ketua Umum di Jakarta pada tanggal 5 September 1986 M yang berketepatan dengan tanggal 1 Muharam 1407 H, hari Jum’at Kliwon dengan kantor pusat pada waktu itu di Komplek SEK NEG RI Blok G1 Cempaka Putih Barat Jakarta Pusat.
Tujuan utama berdirinya Perguruan ini adalah untuk menjaga, melestarikan dan mengembangkan budaya bangsa agar tidak punah ditelan zaman. Pembentukan karakter bangsa yang berbudaya asli Indonesia, merupakan cita-cita luhur para pendiri bangsa dan hal inilah yang ingin diteruskan dan dikembangkan kepada generasi muda. Kemudian dalam aktivitasnya, pembinaan lahir dan batin menjadi titik fokus perguruan ini. 
Perlu diketahui, Pencak Silat khas waris Mataram itulah yang ingin diperkenalkan dan dikembangkan perguruan ini. Pencak Silat disamping olah raga, kesenian dan beladiri, juga merupakan warisan leluhur kita dari Mataram. Pencak Silat sebagai olah raga, berarti kita sudah berolah raga yang menjadikan badan tetap sehat, bukan hanya sehat jasmani, tetapi juga sehat rohani, sehingga dapat pula dikatakan, didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Adapun Pencak Silat sebagai kesenian, yang dimaksud adalah seni pencak silat sebagai seni budaya bangsa, yang harus dilestarikan dan dikembangkan, sehingga tidak akan punah dari peredaran beladiri sebagai peninggalan atau warisan leluhur kita, dari Mataram. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa leluhur dan pahlawan-pahlawannya. Dan penghargaan yang dapat kita berikan adalah menjaga, melestarikan dan mengembangkan seni pencak silat.
Pengembangan pencak silat bukan hanya pengembangan secara lahiriah saja, tetapi pengembangan yang disertai dengan penghayatan dan penjiwaan pencak silat sebagai seni, sehingga dapat merasuk ke tulang sumsum sebagai seni beladiri pencak silat sebenarnya, yang merupakan ciri khas budaya bangsa warisan leluhur kita dari Mataram.
Sedangkan pencak silat sebagai beladiri, berarti bahwa kita harus dapat menghayati pencak silat itu betul-betul merupakan sarana atau alat untuk membela diri. Beladiri disini bukan hanya sekedar membela diri, akan tetapi penghayatan dan penjiwaan pencak silat sebagai beladiri khas bangsa Indonesia.
Untuk mempertahankan kesatuan dan persatuan dalam rangka menjaga, melestarikan dan mengembangkan budaya bangsa dari leluhur bangsa Indonesia, Perguruan Pencak Silat Girisuci Waris Mataram bergabung dalam Persatuan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), kiranya hal ini merupakan suatu langkah yang tepat karena menginggat hanya dengan kesatuan dan persatuanlah generasi bangsa ini akan maju, selain itu karena menimbang salah satu tujuan dari Persatuan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) adalah untuk menghimpun aliran pencak silat dalam satu wadah yaitu IPSI maka sekiranya hal ini merupakan suatu langkah yang tepat.
         Adapun masuknya Organisasi Pencak Silat Girisuci Waris Mataram ke dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) disyahkan dengan surat yang dikeluarkan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Cabang Jakarta pusat dengan nomor surat No. 40/IPSI/Jakpus/XII/1985-89. Sehingga terhitung mulai tanggal 5 September 1986 Perguruan Pencak Silat Waris Mataram telah syah masuk sebagai angota Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Dengan demikian diwajibkan adanya disiplin organisasi sebagai lambang persatuan menuju pembangunan olah raga nasional.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar